in_review · belum diverifikasi dewan ulama
Panduan Ziarah Kubur
Dalil, adab masuk makam, larangan, dan anjuran saat berziarah.
Ziarah kubur disyariatkan dan mengingatkan pada akhirat. Doa hanya ditujukan kepada Allah, bukan kepada penghuni kubur.
Langkah demi langkah
-
Masuk dengan mengucapkan salam
Salam kepada penghuni kubur dari kalangan mukminin dan muslimin.
Dalil: HR. Muslim no. 974, 975
-
Berdoa untuk mayit
Memohon ampun dan rahmat untuk mereka; inilah amal yang paling utama dan disepakati sampai kepada mayit.
Dalil: HR. Muslim no. 974; rumaysho.com/134
-
Bersedekah atas nama mayit
Sedekah dan doa adalah amal yang pahalanya sampai; berbeda dengan menghadiahkan bacaan Al-Qur'an yang statusnya diperselisihkan.
Dalil: HR. Bukhari no. 1388, Muslim no. 1004
-
Mengingat kematian dan akhirat
Ziarah menjadi sarana muhasabah.
Dalil
"Aku dahulu melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, sesungguhnya ziarah kubur mengingatkan kalian pada akhirat."
Larangan menjadikan kubur sebagai tempat ibadah/masjid.
Larangan / peringatan
- Tidak beristighatsah atau meminta pertolongan kepada mayit (kesyirikan).
- Tidak berdoa kepada mayit; doa hanya kepada Allah.
- Tidak duduk di atas kubur dan tidak sholat menghadap kubur.
- Tidak berpacaran atau berbuat maksiat di area makam.
- Tidak meratap dan tidak menjadikan makam tempat ibadah.
Catatan
- Menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur'an (mis. Yasin) untuk mayit: Lajnah Daimah (fatwa 2232) dan Ibn Baz menilainya tidak ada dalil dan termasuk bid'ah; Ibn Utsaimin membolehkan sebatas jawaz, bukan anjuran. Anjuran yang disepakati adalah doa, istighfar, dan sedekah (rumaysho.com/134; dorar.net/feqhia/2009).
- Bila ziarah bersama anak-anak, jaga adab dan keamanan di area makam.
Panduan terkait
Versi konten 1.2.0. Menemukan kesalahan konten? Laporkan melalui halaman Tentang untuk ditindaklanjuti tim moderasi internal.